udah lama gk buka blogger trnyata ane bingung juga nih mau share apaan..,yah dr pada kebingungan,mndingan ane share tntang sejarah tmpat kelahiran ane,yaitu desa PILANGSARI kec.JATITUJUH kab.MAJALENGKA..,hehehhehe..,
hmzzzzz...,dari pada klamaan ngmng yang gk jelas,mnding kita tengok yuk ceritanya.,:D
SEJARAH DESA PILANGSARI-JATITUJUH
Pada abad XVIII ditahun 1742,
sosok pemuda Maulana Surantaka putra Maulana Matang Aji dari kawasan Cirebon
datang menemui Buyut Merat untuk mengabdi. Rutinitas pekerjaannya yakni
babak-babak (membuka hutan untuk lahan pertanian/perkebunan) dikawasan Kubang
Kawih, tempat itu dulu dijuluki LAESAN PURA. Laesan berarti tempat mengikat
kuda dan Pura artinya hutan belantara.
Dalam suatu masa Maulana Surantaka hendak berbakti kepada ayahnya Maulana
Matang Aji di Cirebon didampingi Buyut Merat sambil membawa buah tangan yakni
jamur yang diperoleh dari sawahnya yang tumbuh pada pohon Pilang yang telah
mati, rupanya Maulana Matang Aji merasa tertarik dengan kelezatan jamur tadi,
sehingga ketika anaknya dan Buyut Merak berpamitan pulang beliau menyampaikan
pesan singkat agar kelak tempat tumbuhnya jamur tadi diberi nama Pilangsari.
Pada mulanya Maulana surantaka pembantu Buyut Merak, akhirnya menjadi
menantunya. Pada tahun 1892 Buyut Merak wafat dan selang beberapa tahun
istrinya pun menyusul, keduanya dimakamkan di blok Kubang Kawih sehingga
perjuangan mereka dilanjutkan oleh Maulana Surantaka. Buyut Merat dikenal BUYUT
REBO sedangkan Maulana Surantaka dijuluki BUYUT CALO atau BUYUT GEMPOL,
selanjutnya Buyut Calo atau Gempol dikaruniai dua orang anak yang sulung
seorang perempuan dikenal dengan nama Nini Kengken sedangkan adiknya laki-laki
bernama Dangdang yang selanjutnya Aki Dangdang memiliki keturunan bernama BUYUT
NAOE (baca : BUYUT NAU).
Dari masa ke masa penghuni kawasan Kubang Kawih kian bertambah penduduknya,
sehingga diwarsa 1842 menjadi sebuah desa yang dinamakan Desa Pilangsari dimana
Kuwu pertamanya ialah Bapak Wasra alias Bapak Muria yang memerintah tahun 1842
sampai dengan tahun 1854.
Pilangsari berasal dari kata “PILANG” dan “SARI”. Kata pilang diambil dari
riwayat pohon Pilang tempat tumbuhnya jamur dan Sari artinya enak, lezat serta
gurih mengandung sari. Ketika masa pemerintahan Kuwu Asmad makam Buyut Rebo dan
Istrinya direlokasi semula diblokj Kubang Kawih dipindahkan ketengah DesaPilangsari yakni Dusun Jum’at sekarang.
Demikianlah selayang pandang sejarah Desa Pilangsari yang diangkat dari cerita
tutur tinular para tokoh yang peduli terhadap Pilangsari yang tergabung dalam
tim Pokja 25.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar